Langsung ke konten utama

Konsep tanda dan hiperrealitas dalam film 'Fifty Shades of Grey'

• Latar Belakang film Fifty Shades of Grey

Fifty Shades of Grey adalah sebuah Film yang bergenre erotic romance ini diadaptasi  dari novel trilogi yang ditulis oleh E.L James yang diterbitkan pada tahun 2011 lalu. Film ini resmi dirilis oleh Universal Pictures pada tanggal 13 Februari 2015 di Amerika. Film ini disutradarai oleh Sam Taylor - Jhonson yang mengambil lokasi di Amerika Serikat dengan pemeran utamanya yaitu Jamie Dornan dan Dakota Jhonson. Menurut situs penjualan tiket Fandango, “Fifty Shades of Grey” menjadi film dengan rating yang paling cepat terjual tiketnya dalam sejarah 15 tahun situs ini berdiri, melewati rekor sebelumnya yang dipegang oleh Sex and the City 2. Menurut laporan Hollywoodlife pada hari Selasa 17 Februari 2015, film ini sukses meraup pendapatan sebesar US$94 juta pada hari pertama rilisnya 13 Februari 2015 (www.hollywoodlife.com).

Film ini bercerita mengenai seorang pengusaha sukses yang bernama Christian Grey (Jamie Dornan) yang memiliki kelainan seksual yang dikenal dengan nama sadomasokisme di mana sang pria berperan sebagai sadis (pemberi rasa sakit/aktif), dan wanitanya menjadi masokis (pihak yang disakiti/pasif). Perjalanan film ini dimulai setelah Grey bertemu dengan mahasiswi cantik dan sederhana yang bernama Anastasia Steele (Dakota Jhonson) saat mewawancarai Grey di perusahaannya untuk majalah kampus tempat Ana mengenyam pendidikan. Ana menggantikan teman sekamarnya yang sedang sakit. Teman sekamar Ana adalah seorang jurnalis di universitas tersebut, sedangkan Ana adalah mahasiswi jurusan sastra Inggris.

Grey merasa sangat tertarik terhadap Ana saat ia mulai mewawancarai Grey  mengenai kehidupan pribadi pria tersebut. Grey merasa ingin memiliki Ana sepenuhnya. Keinginan memiliki yang dirasakan Grey bukanlah hanya ingin memiliki tubuh Ana dan menjadikanya sebagai “pemuas” kebutuhan biologisnya semata, Grey merasa ada sesuatu dalam diri Ana yang menarik dirinya sehingga ia sangat tidak ingin jauh dari Ana. Grey mengikuti ke mana Ana pergi dan bersikap protektif kepada Ana. Sampai suatu saat, Grey meminta Ana menandatangani kontrak untuk menjadi pacarnya dan berhubungan intim dengan cara Grey yang di mana caranya berhubungan intim tidak seperti umumnya. Di dalam fim ini juga diceritakan bagaimana Ana dijadikan objek seks oleh Grey untuk memuaskan nafsunya dalam berhubungan intim.

•Konsep (tanda) pada film Fifty Shades of Grey 
Simbol pertama, adalah judul novel itu sendiri yaitu Fifty Shades of Grey, yang mempunyai makna Fifty yaitu jumlah angka yang ada pada aktifitas sex, shades yang berarti sisi gelap atau sisi buruk pada masa lalunya dan Grey sendiri adalah nama tokoh utama dalam novel tersebut yang memiliki sisi gelap.

Simbol kedua, ialah dasi-dasi yang dimiliki oleh tokoh Christian Grey hampir sebagian banyak berwarna gelap, seperti abu-abu. dasi yang berwarna abu – abu yaitu menyimpulkan bahwa karakter utama adalah karakter yang misterius, ellegan, dan mengikat.
“I suspended her from my playroom ceiling……suspension –that’s what the carabiners are for in the playroom. Rope play. One of the ropes was tied too thighly”. (James in Arrow Books, 2015:220)”
Dalam kutipan tersebut bisa disimpulkan bahwa disini juga Grey berusaha untuk mengkontrol setiap orang terutama pada Anastasia Steel.

Simbol ketiga, adanya alat – alat sex atau disebut juga sex stuff seperti penutup mata, hingga tali, rantai, cambuk dan solatip ukuran besar yang di simbolkan sebagai kekuatan yang ada dalam hubungan Sadomasokisme.
Simbol keempat, ialah warna merah yang berada disuatu ruangan. Disana digambarkan sebagi ruang bermain milik Christian Grey yang banyak mengoleksi alat-alat seks untuk digunakannya ketika berhubungan seksual.

•Pembahasan Film Fifty Shades of Grey melalui kajian teori Hiperrealitas
(Utomo,2013:8) menyatakan bahwa, “Konsep simulasi yang digunakan oleh Baudrillard ini ada untuk menjelaskan hubungan antara produksi, komunikasi, dan konsumsi yang beroperasi melalui media massa. Film berproduksi untuk menghasilkan suatu produk berupa tayangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Ketika tayangan tersebut ditampilkan pada masyarakat, ada pesan-pesan tertentu yang akan diterima oleh masyarakat yang dapat mempengaruhi masyarakat tersebut.” Baudrillard dalam Budi Utomo (2013:10) menjelaskan, “Hiperrealitas merupakan hasil simulasi yang merupakan suatu proses yang mengahasilkan realitas buatan yang diyakini sebagai realitas asli. Itulah yang disebut hiperrealitas.”

Pada film Fifty Shades of Grey yang disutradarai oleh Sam Taylor ini tercipta berbagai macam tanda yang akhirnya itu dikonsumsi oleh masyarakat. Pada film Fifty Shades of Grey, ide ceritanya seperti pada drama yang bahkan bisa disebut seperti dongeng. Hal tersebut terlihat pada jalan ceritanya yang menampilkan wanita dari kalangan menengah kebawah ialah tokoh Anastasia Steele yang memiliki hubungan dengan seorang laki-laki milyader.  Dimulai ia memberikan barang-barang mewah, Pada kenyataannya sebagian lakilaki yang kaya raya memilih punya pasangan yang satu derajat dengan dirinya. James menggambarkan tokoh Anastasia seperti tokoh Cinderella yang cantik yang menemukan seorang pangeran, kemudian pangeran itu tertarik padanya. Hal ini termasuk kepada doktrin kecantikan yang meliputi pengendalian tubuh dan seksualitas perempuan. Apalagi tokoh perempuan disini digambarkan sebagai masokis atau pihak yang disakiti/pasif yang menerima semua tindakan kekerasan dalam melakukan hubungan seksual dengan kekerasan. Hal ini digambarkan seperti pada dongeng, dalam dongeng setting tempatya diistana begitupun dengan film ini di istana yang hanya saja digambarkan pada rumah besar yang mewah.

Dalam dalam film ini telah terjadi proses simulasi. Hal tersebut terjadi karena pihak film dalam meproduksi tanda-tanda dimana orang-orang meyakini bahwa itu adalah realitanya. Mereka menggunakan tanda yang berlaku di masyarakat, dan memodifikasinya. Difilm ini terdapat kesan yang didapat adalah bahwa proses menjadi seorang Cinderella atau seperti Anastasia dapat terjadi secara cepat(instant), dimana ia seorang mahasiswa sastra inggris yang tiba-tiba memiliki hubungan special dengan lelaki kayaraya. Proses menjadi seorang cinderella inilah yang menjadikan realitas.

Dalam film ini juga menggunakan daya tarik seks untuk menarik perhatian penonton. Actor laki-laki didalam iklan ini diperankan oleh laki-laki yang bertubuh tinggi, kekar, tegap, rapi. Pada intinya, didalam diri Grey tersebut terdapat kriteria-kriteria tentang gambaran laki-laki idola dimata wanita. Hal lain juga dapat dilihat pada percintaan yang tidak wajar yang dilakukan oleh Christian Grey dan Anastia. Grey termasuk orang yang meiliki kelainan seks yang memuaskan hasrat seksual dengan cara yang tidak semestinya. Grey seringkali melakukan kekerasan secara seksual terhadap Anastasia Steele. Christian cenderung memperbudak Anastasia, memerintah Anastasia untuk melayaninya, mengikat, menghukum dan mencambuk Anastasia, dan secara kasar dan tak beperasaan Christian menyetubuhi Anastasia untuk mencapai kepuasannya, hingga Anastasia merasakan kesakitan secara fisik akibat tindakan Christian tersebut. Pengidapnya tidak memiliki ciri-ciri fisik yang jelas. Kelainan seksual adalah suatu keadaan di mana seseorang memilih obyek seks yang tidak wajar ,

“A man with Fifty Shades the only i love a slept with, but full of pain, pleasure, reward and punishment.”

tetapi meskipun sudah mengetahuinya Anastasia masih saja tetap ingin berhubungan dengan dia bukannya dihindari.
Disini pihak pembuat film seolah membuat persepsi baru yang menjadikan kesadaran palsu bahwa mahasiswa atau seorang wanita bisa melakukan seks tersebut dengan orang yang barusaja ia kenal sedangkan orang itu mengaalami gangguan seksual dan mencoba menanamkan bahwa tindakan sadomasokisme tersebut normal-normal saja dilakukan. Padahal Gangguan seksual merupakan gejala abnormalitas secara seksual yang sangat memberi pengaruh buruk bagi kehidupan baik secara fisik maupun mental juga merupakan tindakan pelanggaran hukum, sehingga penderita gangguan tersebut disarankan untuk mendapatkan terapi.

      DAFTAR PUSTAKA:

      Anon.2015. (www.hollywoodlife.com) Tidak diterbitkan (25/04/17)
      Baudrillard, Jean. 1983. Simulations. New York: Semiotex Inc
      Utomo,Budi. 2013. Hiperrealitas dalam iklan kecantikan. Skripsi S-1 tidak diterbitkan Depok: Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Saussure mengenai Signifier dan Signified dan hubungannya dengan Semiotika.

     Semiotik secara umum ialah Cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda atau bisa dipahami sebagi segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda bisa berupakan objek, peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Saussure dalam buku Nurrachman (2015:17) mengatakan “Linguistics is only a part of the general science of semiology; the laws discovered by semiology will be applicable to linguistics, and the latter will circumscribe a well-defined area within the mass of anthropological facts.”               Untuk itu sebenarnya bagi Ferdinand de Saussure ia lebih menekankan ilmu tanda ini sebagai bagian dari Semiologi. Seemiologi itu bisa diartikan sebagi ilmu pengetahuan umum tentang tanda dan tidak hanya sekedar kata tetapi tanda mencakup kata dan konsep. Dengan kata lain tanda adalah kombinasi lain antara konsep dan gambaran akustik. Didalam ilmu Semiologi, Ia menegaskan bahwa setiap tanda atau yang disebut sebagai tanda ...

Review Buku: "Keajaiban Toko Kelontong Namiya" karya Keigo Higashino

÷ Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracle of the Namiya General Store) - Keigo Higashino ÷      Tidak seperti toko yang hanya menjual barang dagangan, ada satu toko yang juga menyajikan sebuah sarana konsultasi, yang disebut pelanggannya toko kelontong namiya. Sangat menarik bukan? kapan lagi kita bisa dilayani dengan sebuah saran, dan gratis pula. Sehingga saran yang dibagikan si pemilik toko menjadi lebih membantu, terutama untuk orang-orang yang berkekurangan, uang tentunya.     Semua saran yang diberikan menjadi pertimbangan masak-masak orang-orang yang sedang kesulitan. Karena terkadang meskipun kita punya rencana untuk mengatasi masalah, tapi kita juga butuh keyakinan sehingga bisa menjadi pertimbangan yang tepat. Atau kadang pula berharap dapat saran lain tanpa merasa malu ketika bercerita mengenai berbagai permasalahan yang sedang dihadapi. Iya betul, sarana konsultasi tersebut sangat rahasia, sehingga tidak menyebutkan nama asli me...

Review Buku: THE LITTLE WORLD OF LIZ CLIMO – LIZ CLIMO

÷ karena kita juga bisa menemukan humor and happiness dalam sebuah buku ÷   Sebuah buku yang bukan dihiasi dengan kata-kata, tapi dipenuhi dengan gambar-gambar hewan. Tapi jangan salah gambar-gambar tersebut justru bercerita. Liz sendiri berbagi pengalamannya dengan pembaca kalau dia sendiri tumbuh dengan membuat komik kerajaan binatang, dimana mereka hidup dengan kejenakaan dan dapat menyenangkan hati. Semua karakter yang dibuatnya menjadi bagian dari si seniman. Seperti Dinosaurus yang menjadi temannya. Koala yang menjadi ibunya. Beruang adalah dirinya sendiri. Dan karakter komik pembuli lainnya menjadi bagian kenangan semasa sekolahnya dulu. Semuanya ia representasikan dengan karakter komik bergambar binatang.    Buku ini bisa dilihat dengan perspektif lain, tergantung siapa yang membacanya. Layaknya memandang lukisan di galeri, setiap orang punya ceritanya masing-masing. Liz Climo menyajikan buku ini dengan satu halaman satu cerita. Dari sudut pandangku set...