Langsung ke konten utama

Review Film : What's eating Gilbert Grape (1993)

÷ What’s eating Gilbert Grape (1993) ÷

Sutradara: Lasse Hallstorm
Pemain : Johnny Depp, Leonardo Dicaprio, Juliette Lewis
Rating : 4 (skala 5)

   Menceritakan sebuah keluarga kecil di kota Endora. Kota yang bisa diibaratkan seperti “menari tanpa sebuah musik” karena jarang terjadi peristiwa/ hal besar yang terjadi di kota tersebut. Film dibuka dengan pengenalan beberapa tokoh yang fokus terhadap keluarga Grape. Amy Grape yang disebut-sebut keberadaannya seperti seorang ibu, ia adalah kakak perempuan tertua dikeluarga itu. Gilbert Grape adalah salah satu tokoh utama di film ini. Arnie Grape anak kedua dari yang terakhir ini memiliki keterbatasan mental. Kemudian ada Ellen Grape yang senang merawat diri, dan tokoh Ibu yang diceritakan tidak pernah keluar rumah selama 7 tahun terakhir, ia memiliki bobot badan yang besar sehingga memiliki keterbatasan untuk bergerak. 

   Pembawaan cerita film ini begitu sederhana, yang mana terfokus pada masalah dalam keluarga tersebut. Konflik cerita yang disajikan begitu ringan, seperti bagaimana mereka bisa berhasil mengadakan pesta ulang tahun, cara memenuhi kebutuhan pokok, kehidupan percintaan dan lain sebagainya. Sang sutradara Hallstrom, sengaja membawa kisah kehidupan kelurga grape dengan cara yang sederhana sehingga penonton dapat menikmati alur ceritanya. Konsep realistis berhasil disajikan dengan pas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Saussure mengenai Signifier dan Signified dan hubungannya dengan Semiotika.

     Semiotik secara umum ialah Cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda atau bisa dipahami sebagi segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda bisa berupakan objek, peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Saussure dalam buku Nurrachman (2015:17) mengatakan “Linguistics is only a part of the general science of semiology; the laws discovered by semiology will be applicable to linguistics, and the latter will circumscribe a well-defined area within the mass of anthropological facts.”               Untuk itu sebenarnya bagi Ferdinand de Saussure ia lebih menekankan ilmu tanda ini sebagai bagian dari Semiologi. Seemiologi itu bisa diartikan sebagi ilmu pengetahuan umum tentang tanda dan tidak hanya sekedar kata tetapi tanda mencakup kata dan konsep. Dengan kata lain tanda adalah kombinasi lain antara konsep dan gambaran akustik. Didalam ilmu Semiologi, Ia menegaskan bahwa setiap tanda atau yang disebut sebagai tanda ...

Review Buku: "Keajaiban Toko Kelontong Namiya" karya Keigo Higashino

÷ Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracle of the Namiya General Store) - Keigo Higashino ÷      Tidak seperti toko yang hanya menjual barang dagangan, ada satu toko yang juga menyajikan sebuah sarana konsultasi, yang disebut pelanggannya toko kelontong namiya. Sangat menarik bukan? kapan lagi kita bisa dilayani dengan sebuah saran, dan gratis pula. Sehingga saran yang dibagikan si pemilik toko menjadi lebih membantu, terutama untuk orang-orang yang berkekurangan, uang tentunya.     Semua saran yang diberikan menjadi pertimbangan masak-masak orang-orang yang sedang kesulitan. Karena terkadang meskipun kita punya rencana untuk mengatasi masalah, tapi kita juga butuh keyakinan sehingga bisa menjadi pertimbangan yang tepat. Atau kadang pula berharap dapat saran lain tanpa merasa malu ketika bercerita mengenai berbagai permasalahan yang sedang dihadapi. Iya betul, sarana konsultasi tersebut sangat rahasia, sehingga tidak menyebutkan nama asli me...

Review Buku: THE LITTLE WORLD OF LIZ CLIMO – LIZ CLIMO

÷ karena kita juga bisa menemukan humor and happiness dalam sebuah buku ÷   Sebuah buku yang bukan dihiasi dengan kata-kata, tapi dipenuhi dengan gambar-gambar hewan. Tapi jangan salah gambar-gambar tersebut justru bercerita. Liz sendiri berbagi pengalamannya dengan pembaca kalau dia sendiri tumbuh dengan membuat komik kerajaan binatang, dimana mereka hidup dengan kejenakaan dan dapat menyenangkan hati. Semua karakter yang dibuatnya menjadi bagian dari si seniman. Seperti Dinosaurus yang menjadi temannya. Koala yang menjadi ibunya. Beruang adalah dirinya sendiri. Dan karakter komik pembuli lainnya menjadi bagian kenangan semasa sekolahnya dulu. Semuanya ia representasikan dengan karakter komik bergambar binatang.    Buku ini bisa dilihat dengan perspektif lain, tergantung siapa yang membacanya. Layaknya memandang lukisan di galeri, setiap orang punya ceritanya masing-masing. Liz Climo menyajikan buku ini dengan satu halaman satu cerita. Dari sudut pandangku set...